Memasang Velg jari jari pada Suzuki thunder 125

Senin, 07 November 2016

Suzuki Thunder 125 standarnya menggunakan velg tipe CW (casting wheel), namun sayang banyak yang kurang suka dengan modelnya yang terkesan jadul, karena motifnya bintang dengan palang 10 yang kecil seperti velg castwheel motor-motor tahun 80-an. Makanya penggantian velg menjadi salah satu ubahan yang paling sering dilakukan para pemilik Thunder. Untuk velg castwheel aftermarket sih banyak pilihannya dan pemasangannya langung Plug&Play, tapi jika diubah menjadi velg spokewheel (jari-jari) sayangnya belum ada part aftermarket yang menyediakan teromol tipe jari-jari yang plug&play untuk Thunder 125.
Makanya, bagi yang ingin mengubah velg Thunder menjadi velg jari-jari, musti pintar-pintar mencari teromol pengganti yang bisa dipasang di roda Thunder 125. Beberapa pilihannya diantaranya adalah :


1. Teromol depan Suzuki Smash, Shogun 110, dan RGR

Teromol yang bercat hitam ini bisa digunakan sebagai teromol depan Thunder 125, tapi diameter as rodanya lebih kecil daripada Thunder 125 dan kode bearing rodanya pun berbeda. Ada dua cara untuk memodifikasi teromol tersebut agar bisa dipasang di Thunder 125:
– bubut lubang bearing di teromol sebanyak 1mm (diameter 35mm menjadi 37mm) agar bisa dimasuki bearing standar Thunder 125 berkode 6301. Bagian coakan pengganjal bearing di teromol juga dibubut lebih dalam sebanyak 1mm karena bearing 6301 lebih tebal 1mm daripada bearing 6300. Kekurangannya, jika proses pembubutan kurang telaten bisa jadi posisi roda tidak center karena lubang kiri dan kanan tidak sejajar, meskipun hanya melenceng sepersekian milimeter tapi bisa mempengaruhi kenyamanan dan kestabilan.

– ganti bearing 6300 menjadi bearing 6202, tidak perlu bubut lubang bearing di teromol karena diameter luarnya sama (35mm), tapi untuk bagian as rodanya musti diganjal karena lubang bearing 6202 lebih besar daripada bearing 6301. caranya adalah dengan membuat bosh tengah seperti berikut :


tromol
ilustrasi bentuk bosh tengah
mengapa musti repot-repot membuat bosh tengah seperti itu jika tetap melibatkan pembubutan? karena dengan cara ini teromol tidak perlu dibubut, jadi resiko posisi bearing tidak center sangat kecil.
Kelebihan menggunakan teromol sesama Suzuki ini adalah tidak perlu mengganti cakram depan dan sensor spidometer, masih bisa memakai piringan cakram depan dan sensor spido Thunder 125. Untuk pemasangan sensor spido masih perlu pembubutan sedikit di dudukan sensor spido pada teromol, sementara piringan cakram langsung PnP.

Teromol Shogun 110
Teromol Shogun 110

2. Teromol depan Honda Tiger, GL-Pro, dan Supra X

Untuk teromol depan dari vairan Honda ini pemasangannya sedikit lebih mudah, karena bearing yang digunakan sama persis dengan bearing Thunder 125, yaitu bearing 6301. Sensor spido juga masih bisa menggunakan sensor spido Thunder, jadi spidometer masih bisa berjalan normal, hanya saja posisi teromolnya memang musti dibalik karena asalnya posisi cakram ada di kanan sementara kaliper rem depan thunder ada di sisi kiri. Sama halnya dengan teromol suzuki, pemasangan sensor spido Thunder di teromol honda juga masih perlu pembubutan di dudukan sensor spido pada teromol, dan ring cincin sensor diganti juga dengan cincin sensor Thunder. Piringan cakram musti diganti menggunakan cakram Tiger atau GL-Pro karena pcd dan jumlah baut cakram Thunder berbeda dengan cakram Tiger dan GL-Pro. Untuk boshing kiri dan kanan juga perlu diatur ulang lagi agar posisi roda center.

Teromol Tiger
Teromol Tiger

3. Teromol depan Suzuki Thunder 250, Kawasaki Ninja, Yamaha RX-King dan Scorpio

Teromol depan Thunder 250, RX-King, Scorpio, maupun Ninja juga bisa dipasang di Thunder 125, dengan catatan perlu ada ubahan di bosh tengah seperti pada ubahan teromol depan Smash/Shogun (ilustrasi ada di atas), karena as rodanya lebih besar daripada as roda Thunder. Piringan cakram juga musti diganti dengan cakram yang sesuai dengan teromolnya, khusus untuk cakram Thunder 250, Scorpio dan Ninja akan memaksa posisi kaliper Thunder digeser keluar atau keatas karena diameter cakramnya lebih besar daripada cakram Thunder. Sensor spido juga musti memakai sensor spido yang sesuai dengan teromolnya, bosh roda harus dibuat baru juga. Kesimpulannya, teromol ini paling tidak PnP untuk dipasang di Thunder karena banyak ubahannya hehe

Teromol Scorpio
Teromol Scorpio

4. Teromol Belakang Suzuki RGR dan Thunder 250
Untuk teromol roda belakang, teromol RGR dan Thunder 250 menjadi pilihan utama karena sifatnya PnP, teromol tersebut bisa dipasang tanpa ada ubahan sama sekali, bahkan napgir dan perangkat rem teromol masih bisa menggunakan bawaan Thunder 125, jadi tidak perlu membeli part lain, hanya cukup sediakan teromol dan bearingnya saja.
Hati-hati dengan teromol RGR lokal alias imitasi, karena ada beberapa kasus dimana posisi bearing lebih mendem daripada teromol ori Suzuki, sehingga saat muat as roda dikencangkan rodanya malah seret.

Teromol Thunder 250
Teromol Thunder 250

5. Teromol Belakang Yamaha RX-King dan Scorpio

Selain pilihan diatas, untuk teromol belakang bisa juga menggunakan teromol RX-King dan Scorpio, tapi pemasangannya tidak semudah pemasangan teromol belakang RGR dan Thunder 250. Perlu disiapkan satu set komplit diantaranya napgir, perangkat rem teromol, bosh roda, dan bearingnya. Tidak perlu ada pembubutan kecuali jika ingin membuat bosh kiri-kanan baru karena panjang bosh roda RX-King memang kurang panjang, tapi diganjal dengan ring juga bisa. Untuk centeringnya, posisi gir juga musti geser keluar dengan cara mengganjal baut gir atau menambahkan spacer, apalagi jika berniat memakai ban yang besar seperti ukuran lebar 140 atau 150 langkah ganjal gir ini wajib dilakukan agar rantai tidak bergesekan dengan ban.

Teromol RX-King
Teromol RX-King
Selamat memilih !

2 komentar:

ibenk473 mengatakan...

untuk as rodanya pake punya appa bang,, punya smash atau shogun,, soalnya kl pake as roda smash atau shogun kn lubang di bottom shock pasti longgar

Ismah lukman mengatakan...

Di ganjal Broo

Posting Komentar