Suzuki Thunder 125 standarnya menggunakan velg tipe CW (casting
wheel), namun sayang banyak yang kurang suka dengan modelnya yang
terkesan jadul, karena motifnya bintang dengan palang 10 yang
kecil seperti velg castwheel motor-motor tahun 80-an. Makanya
penggantian velg menjadi salah satu ubahan yang paling sering dilakukan
para pemilik Thunder. Untuk velg castwheel aftermarket sih banyak
pilihannya dan pemasangannya langung Plug&Play, tapi jika diubah
menjadi velg spokewheel (jari-jari) sayangnya belum ada part aftermarket
yang menyediakan teromol tipe jari-jari yang plug&play untuk
Thunder 125.
Makanya, bagi yang ingin mengubah velg Thunder menjadi velg
jari-jari, musti pintar-pintar mencari teromol pengganti yang bisa
dipasang di roda Thunder 125. Beberapa pilihannya diantaranya adalah :
1. Teromol depan Suzuki Smash, Shogun 110, dan RGR
Teromol yang bercat hitam ini bisa digunakan sebagai teromol depan
Thunder 125, tapi diameter as rodanya lebih kecil daripada Thunder 125
dan kode bearing rodanya pun berbeda. Ada dua cara untuk memodifikasi
teromol tersebut agar bisa dipasang di Thunder 125:
– bubut lubang bearing di teromol sebanyak 1mm (diameter 35mm menjadi
37mm) agar bisa dimasuki bearing standar Thunder 125 berkode 6301.
Bagian coakan pengganjal bearing di teromol juga dibubut lebih dalam
sebanyak 1mm karena bearing 6301 lebih tebal 1mm daripada bearing 6300.
Kekurangannya, jika proses pembubutan kurang telaten bisa jadi posisi
roda tidak center karena lubang kiri dan kanan tidak sejajar, meskipun
hanya melenceng sepersekian milimeter tapi bisa mempengaruhi kenyamanan
dan kestabilan.
– ganti bearing 6300 menjadi bearing 6202, tidak perlu bubut lubang
bearing di teromol karena diameter luarnya sama (35mm), tapi untuk
bagian as rodanya musti diganjal karena lubang bearing 6202 lebih besar
daripada bearing 6301. caranya adalah dengan membuat bosh tengah seperti
berikut :

ilustrasi bentuk bosh tengah
mengapa musti repot-repot membuat bosh
tengah seperti itu jika tetap melibatkan pembubutan? karena dengan cara
ini teromol tidak perlu dibubut, jadi resiko posisi bearing tidak center
sangat kecil.
Kelebihan menggunakan teromol sesama Suzuki
ini adalah tidak perlu mengganti cakram depan dan sensor spidometer,
masih bisa memakai piringan cakram depan dan sensor spido Thunder 125.
Untuk pemasangan sensor spido masih perlu pembubutan sedikit di dudukan
sensor spido pada teromol, sementara piringan cakram langsung PnP.

Teromol Shogun 110
2. Teromol depan Honda Tiger, GL-Pro, dan Supra X
Untuk teromol depan dari vairan Honda ini
pemasangannya sedikit lebih mudah, karena bearing yang digunakan sama
persis dengan bearing Thunder 125, yaitu bearing 6301. Sensor spido juga
masih bisa menggunakan sensor spido Thunder, jadi spidometer masih bisa
berjalan normal, hanya saja posisi teromolnya memang musti dibalik
karena asalnya posisi cakram ada di kanan sementara kaliper rem depan
thunder ada di sisi kiri. Sama halnya dengan teromol suzuki, pemasangan
sensor spido Thunder di teromol honda juga masih perlu pembubutan di
dudukan sensor spido pada teromol, dan ring cincin sensor diganti juga
dengan cincin sensor Thunder. Piringan cakram musti diganti menggunakan
cakram Tiger atau GL-Pro karena pcd dan jumlah baut cakram Thunder
berbeda dengan cakram Tiger dan GL-Pro. Untuk boshing kiri dan kanan
juga perlu diatur ulang lagi agar posisi roda center.

Teromol Tiger
3. Teromol depan Suzuki Thunder 250, Kawasaki Ninja, Yamaha RX-King dan Scorpio
Teromol depan Thunder 250, RX-King, Scorpio,
maupun Ninja juga bisa dipasang di Thunder 125, dengan catatan perlu
ada ubahan di bosh tengah seperti pada ubahan teromol depan Smash/Shogun
(ilustrasi ada di atas), karena as rodanya lebih besar daripada as roda
Thunder. Piringan cakram juga musti diganti dengan cakram yang sesuai
dengan teromolnya, khusus untuk cakram Thunder 250, Scorpio dan Ninja
akan memaksa posisi kaliper Thunder digeser keluar atau keatas karena
diameter cakramnya lebih besar daripada cakram Thunder. Sensor spido
juga musti memakai sensor spido yang sesuai dengan teromolnya, bosh roda
harus dibuat baru juga. Kesimpulannya, teromol ini paling tidak PnP
untuk dipasang di Thunder karena banyak ubahannya hehe

Teromol Scorpio
Untuk teromol roda belakang, teromol RGR dan Thunder 250 menjadi
pilihan utama karena sifatnya PnP, teromol tersebut bisa dipasang tanpa
ada ubahan sama sekali, bahkan napgir dan perangkat rem teromol masih
bisa menggunakan bawaan Thunder 125, jadi tidak perlu membeli part lain,
hanya cukup sediakan teromol dan bearingnya saja.
Hati-hati dengan teromol RGR lokal alias imitasi, karena ada beberapa kasus dimana posisi bearing lebih mendem daripada teromol ori Suzuki, sehingga saat muat as roda dikencangkan rodanya malah seret.
Hati-hati dengan teromol RGR lokal alias imitasi, karena ada beberapa kasus dimana posisi bearing lebih mendem daripada teromol ori Suzuki, sehingga saat muat as roda dikencangkan rodanya malah seret.

Teromol Thunder 250
Selain pilihan diatas, untuk teromol belakang bisa juga menggunakan
teromol RX-King dan Scorpio, tapi pemasangannya tidak semudah pemasangan
teromol belakang RGR dan Thunder 250. Perlu disiapkan satu set komplit
diantaranya napgir, perangkat rem teromol, bosh roda, dan bearingnya.
Tidak perlu ada pembubutan kecuali jika ingin membuat bosh kiri-kanan
baru karena panjang bosh roda RX-King memang kurang panjang, tapi
diganjal dengan ring juga bisa. Untuk centeringnya, posisi gir juga
musti geser keluar dengan cara mengganjal baut gir atau menambahkan
spacer, apalagi jika berniat memakai ban yang besar seperti ukuran lebar
140 atau 150 langkah ganjal gir ini wajib dilakukan agar rantai tidak
bergesekan dengan ban.

Teromol RX-King
2 komentar:
untuk as rodanya pake punya appa bang,, punya smash atau shogun,, soalnya kl pake as roda smash atau shogun kn lubang di bottom shock pasti longgar
Di ganjal Broo
Posting Komentar